Tentang Sam

Beberapa kali berinteraksi dengan teman-teman lelaki, ternyata masing-masing pribadi memberi pelajaran tersendiri.

Kali ini gue mau cerita tentang Sam.

Sam adalah orang yang berada di titik ekstrim berbeda dari sifat umum gue. Ga banyak suaranya, ga meledak-ledak emosinya, ga ekspresif raut mukanya, ga egois orangnya. Sedangkan gue berisik, emosional, ekspresif, dan egois.

Kalau ibarat pintu, Sam itu ga terkunci sih tapi dia tertutup rapat. Gue tau dia ga bermaksud main teka-teki. Cumaa, jadinya gue seringkali menebak-nebak karena ga yakin paham betul dibalik pintu yang tertutup itu ada apa. Beberapa kesempatan gue juga coba sih nanya langsung instead of nebak, yatapi takut Sam ga nyaman pintunya diketok terus.

Anyway, Sam adalah salah satu orang favorit gue karena dia mostly tepat waktu, ga banyak mau, dan selalu ingin tau. Bareng Sam, obroloan kita ngalir secara natural. Ga ada yang perlu repot cari topik baru atau ulur-ulur waktu.

Dari Sam gue belajar bahwa walaupun kita tau betul apa yang kita mau, menyesuaikan diri dengan orang lain tetaplah prioritas. Tapi dia juga nunjukin bahwa ada batas antara mana yang bisa dikompromikan dan mana yang engga.

Sam seringkali keliatannya ga merhatiin dan ga dengerin, tapi ternyata dia inget itu semua. Terbukti dari beberapa percakapan lainnya di mana dia mengulang informasi yang pernah gue berikan di lain waktu. Ini mengajarkan gue bahwa ga semua orang bisa care sama gue dengan cara yang gue mau. Orang kan punya caranya sendiri.

Sam itu seorang penghemat kata padahal kaya kosakata, sehingga mengajarkan gue untuk pikir dulu sebelum ngomong; seberapa pentingkah gue buka suara? Seperlu apakah gue ikut berisik? Nah, karena jarangnya Sam bersuara maka saat dia mulai bicara, gue serasa pake headset. Fokus ke dia. Yang lainnya noise kecil. Gue suka sekali momen-momen di mana Sam lagi cerita, ternyata dia menyenangkan juga pas berisik.

Karena Sam, gue jadi tertarik sama banyak hal baru. Mungkin awalnya beberapa ikut-ikutan dia aja. Ternyata, lama-lama I’m immersed there. Betapa ga membosankannya orang ini.

Sam itu perencana yang baik, apa-apa dipikirin bener, apa-apa dikalkulasi. Tapi mungkin Sam lupa, ada hal-hal yang perlu dimulai aja dulu dengan niat baik dan sisanya diusahain sebaik mungkin.

Dari semua kebersamaan gue dengan Sam, ada satu pelajaran besar yang gue dapet. Dan untuk ke depannya, akan selalu gue inget…

Sam mengajarkan gue untuk merelakan yang tidak memberi kepastian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s