Praha Belum Pernah Se-sedih Ini

praha
kompasiana.com

Hari ini si temen nge-random ngajak screening di Kinosaurus. Filmnya adalah film yang pengen gue tonton tapi ga keburu karena keberadaannya di bioskop singkat banget, kayak sesingkat masa tugas Archandra yang pertama :’)

Gue dateng nonton tanpa ekspektasi apa-apa dan sengaja ga baca resensi/review yang udah ada sebelumnya. And it turned out to be a good choice loh! Karena gue ga punya prasangka atau antisipasi apapun mengenai jalan ceritanya, jadinya gue ngalir banget bersama filmnya dan emang dasar cengeng gue sampe nangis bombay haha memalukan!

Gue sih males ya nyeritain detail plotnya. Lo tonton sendiri aja. Di postingan ini gue lebih mau mencurahkan perasaan gue abis nonton tadi.

By the way, Tio Pakusadewo rumahnya di mana sih? Pengan salim deh gue rasanya! Jagoan banget aktingnya woy. Beliau dengan mulusnya tampil sebagai pria yang keras sekaligus rapuh di waktu yang sama. Puluhan tahun dia cinta sama perempuan yang ga bisa dibersamai karena apa coba? Karena dia stateless, ga punya kewarganegaraan! Berkaitan sama preferensi politik yang menolak rezim orde baru, bahkan ada bahasan issue komunisme segala sehinga dia tidak bisa tinggal di Indonesia dan ga punya passport whatsoever yang menandakan dia warga dari suatu negara. Edan ga sih, ini penghalang cinta yang amat tidak biasa loh!. Orang mah biasanya ga bisa bersama kekasihnya karena ga disetujui ortu, karena perbedaan status, atau karena keduluan orang lain. Lah ini, karena perihal politik dan kewarganegaraan cobaaa đŸ˜„ berat abis! Yang bikin teriris lagi adalah si Pak Jaya (nama karakternya Tio) ini memilih hidup selibat seumur hidup karena doi ga bisa nikahin perempuan yang disayang banget. Bahkan di Praha tuh ada perempuan yang naksir sama dia dan minta dinikahin tapi Pak Jaya tetep ga mau karena cuma si perempuan kesayangannya di Indonesia lah yang dia mau nikahin. Bayangin deh tua-tua gitu idup sendirian di apartemen kecil cuma sama anjingnya. Seumur-umur kerjaan dia sebagai janitor opera hall gitu padahal background pendidikannya sarjana nuklir. YA APAA BANGET KAN?! Sedih!

Nah siapa sih perempuan yang dicintai Pak Jaya mati-matian itu? Namanya Ibu Lastri diperankan oleh Widyawati. Cadas sih! Ga ragu gue mah sama aktingnya si bintang iklan Natur-E ini. Dia munculnya dikit dan banyak mainin voice over gitu. Tapi tone sedihnya tiap bacain surat tuh dapet banget. Yang bikin gue nangis-nangis adalah si Bu Lastri ini dikisahkan sebagai perempuan yang tidak berlaku sebagai ibu dan istri yang baik, kerjaannya ngurung diri di kamar, ga perhatian, dan paling semangat cuma kalo ada tukang pos. Si Laras, anaknya Bu Lastri ga merasa disayang, ga diperhatiin. Pokoknya hubungannya jelek banget deh itu ibu-anak. Kalo diusut-usut dari surat-surat yang ada,  ya jelaslah hidupnya Bu Lastri begitu suram dan muram karena ternyata eh ternyata doi menikah dengan pria yang dia ga pernah cinta selama ini. Ergghh kebayang ga sih lo hidup puluhan tahun sama orang yang lo ga sayang, ga cinta, bahkan ga tertarik kali đŸ˜„ Diperparah kondisinya adalah lo sebenernya ada orang lain di suatu negeri lain sana yang lo cintai mati-matian tapi ga bisa hidup bareng. Huhu na’udzubillah. Terus di suatu adegan baca surat, terungkaplah bahwa pada hakekatnya Bu Lastri tuh ya merhatiin anaknya juga, tau detail dan perkembangan si anaknya, dan sayang banget juga, cuma ga terartikulasi aja rasa sayangnya karena dia tenggelam dalam kesedihan dan hati yang mengeras karena cinta tak sampai, rindu yang numpuk puluhan tahun, dan harus hidup bareng pria yang dia ga cinta.

Eh gue ngetik ini sambil dengerin salah satu soundtracknya, enak deh. Judulnya Nyali Terakhir yang nyanyi Julie Estelle.

Alhamdulillah gue udah pernah ke Praha dan lihat langsung kota ini. Sampai sebelum gue nonton ini film ya, di otak gue Praha itu cantik, misterius, dan indaaah. Lalu begitu udah selesai nonton film ini……….. I look at Praha kind of differently.

Ga nyangka sih Praha bisa se-sedih ini.

Great job Mas Angga Dwimas Sasongko and team!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s