Kok Jalan Sendirian, Jomblo ‘Ndan?

Sekitar bulan lalu, gue menerima komen dari seorang staff Student Job / Kampus Update di salah satu postingan gue. Kemudian berlanjut ke email di mana dia meminta kesediaan gue untuk sharing via kultwit di akun @IDStudentJob mengenai solo traveling. Alias jalan-jalan sendiri. Yang dengan busuknya orang-orang suka sebut traveler jomblo. Hahahha kampret.

Ini bermula dari postingan gue yang ini yang nyeritain tentang pengalaman traveling gue ke 15 negara di mana 5 di antaranya gue lakukan solo. To be honest, tentunyaaa gue bukanlah mbak-mbak petualangan super tangguh yang bisa menaklukan ular dan bertahan hidup di hutan dengan makan dedaunan macam di acara-acara traveling / petualangan di tipi tipi ya. Gue juga menolak untuk dikategorikan secara sempit dan semena-mena ke dalam dikotomi traveler / tourist. Lagian kenapa sih orang harus mengelompok-ngelompokkan gitu. Jalan ya jalan aja udah, nikmatin, gausah ribet kan ya. Ini gue juga traveling kemaren itu karena lagi ada waktu dan kesempatan sih, jadi gue bukannya yang rutin jalan-jalan layaknya seorang traveler sejati gitu, bukaaan.

Maka dari itulah, gue sharing apa adanya berdasarkan apa yang gue alami. Dibalik kerandoman perjalanan gue semoga ada manfaatnya ya. Okay, long story short gue mengiyakan tawaran dari Student Job tersebut. Untuk lengkapnya lo bisa klik link ini atau kalo males, ya baca aja rangkumannya berikut ini:

1. Hallo Mbak pratiwanda , apa kabar? Lagi sibuk apa aja nih? #IDStalk

Hi teman2 @IDstudentjob alhamdulillah sehat dan seneng nih Lagi sibuk menikmati free time sebelum balik ke dunia kerja hehe.

2. Apa aja yang dilakukan mbak pratiwanda untuk mewujudkan keinginannya tersebut? #IDStalk

Mulanya saya ga mentarget harus 15 negara atau berapa, yang penting kunjungi sebanyak mungkin yg saya mampu. Motivasi awalnya simply krn dunia ini begitu luas, saya tuh kepengen banget lihat sisi lainnya selain Indonesia. Supaya apa? Ya supaya ga jadi “orang sempit” dan “jago kandang” tapi justru perluas pengetahuan&pengalaman

3. Bagaimana sih awal mula mba pratiwanda punya keinginan untuk jalan-jalan ke 15 negara? #IDStalk

Wujudin cita-cita traveling, Saya niatin sebisa mungkin ga pakai uang pribadi/ortu.Karena ga tau kapan cukupnya haha. Akhirnya cita2 traveling terwujud seiring saya mewujudkan cita2 yg lain, yaitu lanjut sekolah S2 di UK. Alhamdulillah dg beasiswa yg saya peroleh+gaya hidup mengirit,bisa traveling ke 15 negara tersebut tanpa dana pribadi.

4. Apa yang membuat mbak pratiwanda memutuskan untuk solo traveler ke 5 negara? #IDStalk

Oiya betul, dari 15 negara itu ada 5 negara yg saya sisihkan buat solo traveling, sisanya baru bersama teman2. Alasan solo traveling saya sebenernya karena I need to know how well I am doing alone. Dan karena solo traveling, saya jadi lebih tau self limit + belajar banget mengenaI management waktu yg oke.

5. Apa aja sih suka duka sebagai solo traveller? #IDStalk

Suka: Bebas nentuin mau apa, ke mana, kapan, tanpa perlu concern ttg org lain. Laper ya makan,capek ya berhenti. Duka: Pas mau foto jd mesti repot minta tolong. Dan was was jg ketika banyak tourist scam/kejahatan lain.

6. Pengalaman apa aja yang paling berkesan saat travelling ke 15 negara? #IDStalk

PALING berkesan ya? Hmm.. waktu kecopetan di Roma, Italy. Lalu bertahan hidup dengan makan roti tawar :’) haha

7. Adakah hambatan atau tantangan yang dialami sebagai seorang wanita dan menggunakan hijab saat traveling sendirian? #IDStalk

Alhamdulillah dg hijab hambatan ga ada yang berarti2 amat. Tapi lumayan tantangan juga nahan kesel. Kesel kenapa? Kesel karena pemeriksaan di airport lebih lama (curiga teroris/imigrant syria) & sering diliatin orang head to toe.

8. Menurut mbak pratiwanda, apa aja manfaat yang akhirnya dirasakan setelah ber-traveling ke negara lain? #IDStalk.

Dapat banyak perspektif lain; budaya, aturan, kebiasaan, bahkan variasi kuliner. Pas pulang jadi makin sayang Indonesia.

9. Apa aja tips-tips buat mereka yang ingin menjadi solo traveler? #IDStalk

Buat solo traveler apalagi dg limited budget, pintar2lah memilih tiket dan penginapan. Dari sini bisa irit byk. Waktu kunjung di suatu negara/kota ga harus lama yg penting jadwalnya jelas sehingga padat dan efisien. Oya satu lagi, usahakan interaksi sama orang lokal deh walau pake bahasa tarzan sekalipun. It’s worth a try.

10. Terakhir, pesan khusus apa yang ingin disampaikan mbak pratiwanda untuk anak-anak muda Indonesia? #IDStalk

Traveling butuh 3; sehat,waktu,uang. Jangan khawatir dengan yang trakhir. I’m a living proof that money is not an obstacle




Well, kurang lebih begitulah yang gue sampaikan. Kalo bisa disimpulkan ya, solo traveling itu perlu once in a while buat bonding sama diri lo sendiri. Lo jadi lebih kenal sama diri lo, lebih mengasah kemampuan problem solving, lebih respect sama waktu, dan lebih menghargai keluarga + orang-orang terdekat lo. Seru dan banyak pelajarannya! Tapi di samping itu ada kan ya di Islam tuh mengajarkan bahwasanya perempuan sebaiknya pergi dengan mahramnya. Dan berdasarkan apa yang udah gue alami selama traveling lalu, gue setuju serta membenarkan hal tersebut 🙂

 

Advertisements

One thought on “Kok Jalan Sendirian, Jomblo ‘Ndan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s