Api VS Sepi

Kemarin, seperti biasa abis diskusi sama si partner ngerandom dengan bahasan yang random pula tapi in syaa Allah berisi sih (anggaplah begitu).

Bermula dari sebuah link yang dia share: http://blog.mindvalleyacademy.com/people-skills-and-social-life/harvard-happiness-study?utm_source=cm-blog&utm_medium=facebook-share&utm_campaign=mvablog-share

Isinya tentang sebuah longitudinal study dari Harvard yang kurang lebih selama 75 tahun meniliti tentang kehidupan orang dewasa (dalam hal ini sample nya pria) dengan fokus pada apa sih faktor yang membuat seseorang hidup bahagia dan sehat? Ternyata jawabannya adalah dengan memiliki good relationship!

Relationship di sini ga cuma me-refer ke romansa dua anak manusia tapi juga hubungan dengan orang-orang lainnya seperti keluarga, rekan kerja, teman-teman, bahkan tetangga.

Robert Waldinger, director researcher penelitian panjang ini bilang, quality wins over quantity. Ga ngaruh seberapa banyak temen yang lo punya dan seberapa lama lo ada si sebuah jalinan hubungan, tapi yang lebih penting adalah seberapa baik kualitas suatu hubungan yang lo punya, sedalem apa lo kenal satu-sama lain. Contohnya gini, misalnya lo temenan sama banyak geng tapi isinya beranteeeem terus, atau lo udah pacaran 10 tahun tapi insecure melulu di banyak kesempatan. Itu kan berarti kualitas hubungannya nol walaupun kuantitasnya besar. Anyway, dalam penelitian itu juga dibahas loh bahwa konflik tuh efeknya buruk bagi kesehatan. Di sisi lain, orang yang ada dalam sebuah hubungan di mana mereka bisa saling percaya dan saling mengandalkan, itu ternyata ngaruh ke daya ingat mereka juga. Their memory stays sharper, longer.

Nah tentunya relationship, apapun itu dan sama siapapun itu kan ga bisa ya smooth terus sepanjang masa, mulus kayak paha-paha SNSD yaa. Wajarlah ada ribut atau cek-cok sesekali, tapi selama orang-orang di dalam hubungan itu bisa tetep saling percaya dan saling mengandalkan, yah pertikaian-pertikaian yang terjadi ga akan merusak kualitas hubungan.

Nah terus, udah tau begini kenapa orang-orang masih pada susah banget kayaknya punya good relationship? Ternyata jawabannya adalah karena kita sebagai manusia tuh sukanya yang instant-instant, quick fix, dan gamau ribet. Nah sayanganya nih bro sisss, me-maintain hubungan itu sesungguhnya justru kerjaan yang PE ER banget, dan berlangsung terus menerus. Kalo kata Waldinger, relationships are messy, complicated, hard work, and it never ends. Berkebalikan banget kan sama yang instant-instant.

Beliau menyarankan mungkin bisa dimulai dengan replacing ‘screen-time’ dengan ‘people-time’. Hmm iya juga sih. Ya coba pikir aja deh jaman sekarang gini dari bangun tidur sampe mau tidur lagi kan isinya ngadep screen terus. Kerja pake desktop, laptop, tablet, dll. Terus di waktu senggang ngadepin layar hape, mau tidur juga pengantarnya liat layar hape. So, when will the people-time get its portion? Kalo gini terus kita bakalan lebih mesra sama henpon daripada sama keluarga sendiri 😦

Selain iu, Waldinger suggest beberapa hal yang bisa dilakuin juga kayak mencoba lakukan sesuatu yang baru bareng-bareng biar excited lagi, atau take a long walk biar bisa ngobrol dan interaksi natural, atauuu hubungi lagi keluarga / temen yang udah lama ga kontak. Entah dulunya berantem, atau emang ga deket-deket amat.

Oh iya, by the way, ada satu frase yang gue highlight dari speechnya beliau, yaitu ‘loneliness kills’ OUCCHH! Bener banget sih, kesepian itu menjurus ke depresi dan ujung-ujungnya bisa membunuh. Kesepian itu mampu membuat orang kayak ngerasa paling sedih sedunia akhirat, ngerasa semua beban di bumi ini ada di pundaknya, dan merasa ga tertolong. Serem banget ya yang namanya kesepian. Bahkan gue sempat berpikir:

“Jika neraka memang mesti begitu ngeri, mengapa Tuhan lebih memilih api daripada sepi?”

Anyhow, temen gue itu juga bilang dan mengaitkan dengan hadits


:’)

Ya ampun Harvard capek-capek ngadain penelitian panjang 75 tahun, padahal hal tsb udah di konfirm sama Yang Punya Kehidupan. Ya tapi gapapa sih, malah bagus. Kan manusia diciptain juga untuk berpikir dan membaca tanda-tandaNya. Duh, makin jatuh cinta sama Islam :))

Advertisements

One thought on “Api VS Sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s