KOK, TIBA-TIBA 25?

Eh, Loh ini gimana sihhhhh kok tiba-tiba gue udah 25 aja?!

Well, ulang tahun kali ini berbeda sekali dari tahun sebelumnya. Buat tau gambaran 2 Mei tahun lalu bisa dibaca di sini. Kenapa berbeda? Karena tahun ini gue ulang tahunnya ga di Indonesia (for the very first time in my entire life), lalu ga bareng mamah papah atau keluarga sama sekali, dan ulang tahun ini tuh adalah ulang tahun yang gue persiapin banget, paling gue antisipasi, dan banyak hal yang udah gue atur-atur untuk menyambut 25. Jadi detailnya tuh panjang, untuk mempersingkat, intinya gue merencanakan A-Z apa apa saja yang akan gue lakukan selama ulang tahun ke 25. This has been planned way before 2010. Lo mungkin akan kaget kalo tau sedetail apa rencana gue :’) Uniknya, semua detail plan yang udah gue persiapkan itu ibarat debu di meja kantor PNS, sekali kibas, ilang semua bersih tanpa sisa. Ga di approve sama yang Maha Perencana. Allah memberikan gue kado super terbaik sepanjang sejarah hidup. Kadonya berupa sepaket lengkap pelajaran bersyukur beserta praktiknya. Allah mau gue inget dan selalu inget bahwa seiring bertambahnya ANGKA pada umur gue, maka berkuranglah waktu hidup di dunia. Mestinya jadi makin baik kualitas hidupnya. Nah sepertinya gue memang terlalu terlena sama kela-kelip duniawi dan termakan mimpi sendiri sampai lupa hal-hal essential seperti bersyukur. Allah tanpa kompromi mengaduk-aduk emosi gue dan menarik-ulur harapan gue, lalu pada akhirnya gue “dihempaskan” super mega kenceng sampe gue sadar “Astaghfirullah kok gue gini amat ya”

Setelah gue “melek” kembali, gue cepet-cepet mengumpulkan serakan-serakan semangat yang udah kemana-mana. Gue atur mood sebaik mungkin dan minta maaf sama Allah udah terlalu pongah ngatur-ngatur segala sesuatu tapi lupa make sure itu diridhoin apa engga. huhuhu.. Akhirnya ulang tahun gue lalui dengan lumayan syahdu dan unpredictable. Yang bikin “aaaw moment” adalah ternyata ketika gue sibuk sedih-sedihan sendiri, temen-temen gue pada sibuk juga mempersiapkan rencana lain yang sekiranya bisa cheering me up. Jam 12 malem pergantian 1 ke 2 Mei, ada 2 bujang Indonesia yang udah kongkalikong sama flat mates gue untuk bikin surprise. Mereka bawa kue ulang tahun, balon-balon yang ditiup sendiri :’), dan juga kado buat si Annisa Pratiwanda ini. Gueee bengong. Ini kapan pada nyiapinnya, secara baru tadi sorenya kita ke city center bareng dan belanja bulanan bareng. Tuh kan, sometimes we are too focus on misery that we do not realize joy is completely around.

tepuk tangan untuk kongkalikong yang rapih :)
tepuk tangan untuk kongkalikong yang rapih 🙂
Temen-temen lainnya juga membuat gue senang dengan caranya sendiri, ada yang ngasih video bikinan sendiri, edita-editan foto lucu, video call, telpon, masakin bakso, peluk, dan lain-lain. Highlight yang gue notice pada ulang tahun kali ini dan bedanya dengan taun lalu adalah WISHES nya, harapan dan doa mereka buat gue udah shifting dari yang tadinya doain biar bisa sekolah lagi, dapet beasiswa dll kini menjadi tema percintaan, pernikahan, dan tentang tesis agar lekas beres dan segera pulang ke Indonesia! Aaaaa can you see how Allah made changes in only 1 year? 🙂 Oh ya, tahun ini banyak sekali temen-temen baru yang masuk ke kehidupan gue akibat kuliah lagi di sini, dan jadinya ucapan ultahnya lebih variatif plus warna-warni, baik lokal maupun internasional. Yang tahun lalu ngucapin pun tetetp konstan dan ga absen. Asiik! Berikut ini adalah beberapa capture an as I did put here last year:

Screenshot_2015-05-02-11-32-47

Screenshot_2015-05-02-11-32-56

Screenshot_2015-05-02-12-05-44

Screenshot_2015-05-02-12-15-47

Screenshot_2015-05-02-12-19-04

Dan masih banyak lagi sesungguhnya, bahwa statistik menunjukkan tahun ini handphone nya Annisa Pratiwanda bunyi terus 2 hari berturut turut isinya doa semua, alhamdulillah. Oya, adek-adek gue juga mengucapkan dengan doanya masing-masing.

adek bungsu gemash!
adek bungsu gemash!

Adek tengah gemash!
Adek tengah gemash!
Lalu tersuper paling dicintai adalah si mamah papah yang udah nelponin dari jam 3 pagi, bangunin anak gadisnya buat sholat tahajud lalu ditunggu sampe subuh dan video call. Mamah seperti biasa yang royal air mata ngucapin dan doain sambil mewek :’) doanya bagus banget super essentials dan papah juga doain hal-hal yang sama. Mereka tuh yaaa, sederhana tapi penuh makna banget. Seolah paling tau apa yang anaknya butuh sekarang ini. Alhamdulillah Yaa Khaliq, terimakasih atas mamah papah yang model begini. Semua doa yang gue terima sangat bagus dan sangat baik, but there is no prayer could come from anyone better but my parents :’)) Alhamdulillah.

Lalu besoknya tanggal 3 mei, gue masak rawon beserta printilannya dan dimakan bareng sama pasukan surprise yang jam 12 malem kemarin udah luangin waktu buat bikin skenario nyenengin temennya ini.

hooray! 25, bring it up, I’m ready in syaa Allah :))

semoga hidup di depan banyak ketawanya tapi yang bermanfaat :)
semoga hidup di depan banyak ketawanya tapi yang bermanfaat 🙂
Advertisements

One thought on “KOK, TIBA-TIBA 25?

  1. Pingback: KOK, TIBA-TIBA 26? | what has happened?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s