Emotional Places

Gue adalah penggemar tempat-tempat emosional. Dan se emosional-emosionalnya tempat adalah bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, bahkan pangkalan ojek sekalipun ๐Ÿ™‚

Setiap lagi berkesempatan menyambangi salah satu di antaranya, gue selalu wandering around sambil liatin orang-orang di sekitar. Otak kanan gue bekerja dengan sangat lincah di saat semacam ini. Gue selalu membayangkan si orang-orang yang gue liat dengan ceritanya masing-masing. Kayak gemes aja gitu pengen tau tentang cerita apa yang ada dibalik adegan airport mereka misalnya. Bayangin deh di suatu stasiun atau terminal atau airport atau tempat sejenis, ada aja yang mau ga mau nganterin orang kesayangannya pergi jauh, ada juga yang jemput orang lain yang ga dikenal sebelumnya, ada jantung yang terpompa lebih cepat di terminal kedatangan sambil nunggu yang dijemput keliatan, ada yang berat setengah mati karena harus pergi ninggalin keluarga buat tugas kantor, ada mata yang basah melepas sahabatnya sekolah, ada juga yang sebel buang tiket pesawat akibat telat gara-gara si komo lewat, ada senyum deg-degan karena ternyata ini adalah kali pertama dia naik kereta, atau ada juga langkah kaki bosan yang lumayan diseret karena tiap hari mesti jaga loket tiket. Macem-macem :’)

Kemarin di kereta perjalanan dari Salisbury menuju Bath, gue tersuguhkan pemandangan emosional di tempat emosional ๐Ÿ™‚ Tapi lupa di stasiun apa karena gue langsung buru-buru ngambil handphone buat foto

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2b9/42248828/files/2014/12/img_0793.jpg
Adegan itu kurang lebih berlangsung 20 detik. Gue yang bukan siapa-siapa dan ga diajak pelukan pun ikut senyum-senyum. Haha, gimana ya.. Rasanya tuh kayak berasa aja gelombang emosi nya. Dari sejak si laki turun kereta, dan jalan buru-buru, ceweknya setengah lari dan akhirnya mereka ketemu ๐Ÿ™‚

Selain di tempat-tempat transit semacam airport dan kawan-kawan, gue juga suka sekali obeserve manusia-manusia di dalam kendaraan umum. Polanya sama. Liatin orang-orang itu dengan bumbu kinerja otak kanan gue yang membayangkan ini orang hidunya gimana ya. Ada yang kayak capeek banget sampe ketiduran nyender di bahu penumpang sebelah. Yang disenderin pun ada yang merengut kesel atau malah kadang baik hati ga menghindar ๐Ÿ™‚ Ada juga yang pake headset sambil komat-kamit, mungkin dia lagi denger murottal atau malah lagi dengerin lagu death metal buat melupakan cek-cok di kampus sama temen yang frontal. Pun ada yang ga dapet duduk lalu berdiri garuk-garuk kaki sembari menatap iri ke yang dapet duduk dari tadi. Ada pula yang nanar liatin jendela sambil senyam senyum lebar, mungkin di kantor tadi dia baru naik gaji atau sesimpel karena papasan sama gebetan di mesin fotocopy :p Nah, lalu ntah gimana, masih di kereta yang sama, mungkin jarak 30 menitan, gue disajikan pemandangan seperti skenario otak kanan yang gue mention terakhir di atas. Visualnya indah banget. Gue gatau ini orang senyum kenapa, tapi keliatannya setulus itu. Selayaknya di dalam kelambu, dia tidak terganggu, sibuk senyum melulu.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2b9/42248828/files/2014/12/img_0795.jpg
I tried more than twice to capture this moment, of course in a candid way! Tapi sayang, kutukan clumsy belum mau pergi dari gue. Lupa silent kamera dan akhirnya malah bunyi, CEKREKKK! Keras banget se keras adzan maghrib saat ramadhan hari pertama. Alhamdulillah nya si objek pake headset dan ga notice sama kamera gue. Huffhh. Ngeliatin lagi dua gambar di atas bikin gue makin nyadar bahwa senyum itu nular, dan bahagia itu nyebar.

Itulah kenapa gue sangat menikmati jalan atau berpergian di mana gue punya waktu buat sit for a while and wander around. Cukup gue, seutas headset, dan otak kanan yang kelebihan asupan. Kalopun gue harus pergi bersama orang lain, gue pastikan orang itu adalah partner yang bisa diajak nyaman dalam diam ๐Ÿ™‚

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2b9/42248828/files/2014/12/img_0794.jpg

And I will never know, if someone out there set me as one of the objects for them and their right-brain imagination ๐Ÿ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Emotional Places

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s